
JAKARTA – Dalam upaya memperkuat jejaring nasional sekaligus melaksanakan agenda Studi Kebangsaan, Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melakukan kunjungan akademik strategis ke Prodi PPKn Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Selasa, 20 Januari 2026. Kunjungan ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi sekaligus memperkokoh komitmen kebangsaan di lingkungan akademisi.
Koordinator Prodi PPKn FHIS Undiksha, Dr. I Putu Windu Mertha Sujana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa rangkaian Studi Kebangsaan dan kunjungan ke ibu kota ini merupakan wujud kedekatan emosional serta akademik yang telah lama terjalin antara Undiksha dan UNJ. Beliau menegaskan bahwa kehadiran tim Undiksha bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan implementasi kurikulum berdampak yang dirancang untuk merespons tantangan pendidikan di era digital dan Society 5.0.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyepakati tujuh ruang kerja sama strategis yang mencakup berbagai aspek penting dalam dunia pendidikan tinggi. Fokus kolaborasi ini meliputi pengabdian kepada masyarakat, penelitian bersama, penulisan artikel ilmiah kolaboratif, serta penyelenggaraan seminar nasional. Selain itu, kerja sama ini juga menyasar pada pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), program visiting professor, serta pertukaran mahasiswa dalam kerangka kebijakan MBKM lintas kampus.
Puncak dari kunjungan akademik dan Studi Kebangsaan ini ditandai dengan penandatanganan Implementation of Arrangement (IA) sebagai bentuk penguatan legalitas kerja sama akademik antara kedua institusi. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak akademik dan sosial yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing kedua prodi dalam mencetak generasi smart and good citizen yang kritis dan berkarakter.
Melalui momentum Studi Kebangsaan ke Jakarta ini, Prodi PPKn Undiksha berkomitmen untuk terus membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman. Kerja sama ini diproyeksikan tidak hanya menguntungkan institusi secara administratif, tetapi juga memastikan bahwa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan tetap kontekstual, transformatif, serta berdampak luas bagi masyarakat Indonesia di seluruh nusantara.
