
Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan – Dalam rangka mengaktualisasikan nilai-nilai yang diperoleh melalui mata kuliah Bela Negara, mahasiswa semester 1, 3, dan 5 mengikuti kegiatan kemah yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Margarana, Tabanan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran di luar kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap nilai-nilai bela negara, nasionalisme, persatuan dan kesatuan, serta membangun karakter, kepemimpinan, dan kerja sama.
Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Taman Pujaan Bangsa Margarana yang memiliki nilai historis penting dalam perjuangan bangsa Indonesia. Pemilihan lokasi tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual kepada mahasiswa, khususnya dalam memahami makna perjuangan, pengorbanan, patriotisme, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
Dr. I Putu Windu Mertha Sujana, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pengampu mata kuliah Bela Negara, menyampaikan bahwa kegiatan kemah tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman teori, tetapi juga pada pengalaman langsung mahasiswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai bela negara.
“Bela negara tidak hanya dipahami dalam konteks pertahanan secara fisik, tetapi juga bagaimana mahasiswa memiliki karakter, rasa tanggung jawab, kepedulian, disiplin, semangat kebersamaan, dan kesadaran sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa diharapkan dapat mengalami secara langsung proses pembentukan karakter tersebut melalui kebersamaan, kepemimpinan, penghormatan terhadap sejarah, dan kerja sama,” ujar Dr. I Putu Windu Mertha Sujana, S.Pd., M.Pd.
Rangkaian kegiatan kemah berlangsung selama tiga hari dengan berbagai kegiatan edukatif dan rekreatif. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang diikuti oleh seluruh peserta. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti kegiatan tabur bunga di Taman Pujaan Bangsa Margarana sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang dan mengorbankan jiwa serta raga demi kemerdekaan Indonesia.
Kegiatan tabur bunga menjadi salah satu momentum reflektif bagi mahasiswa untuk mengenang kembali sejarah perjuangan bangsa sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan. Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan kemampuan mereka dalam bidang seni. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarmahasiswa dari berbagai semester.
Pelaksanaan kegiatan kemah ini dikoordinasikan oleh panitia mahasiswa dengan I Putu Hendy Jayadi Putra selaku Ketua Panitia. Dalam pelaksanaannya, panitia bertanggung jawab mengoordinasikan berbagai rangkaian kegiatan agar dapat berjalan dengan tertib dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut I Putu Hendy Jayadi Putra, kegiatan kemah tersebut memberikan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik, tetapi juga menjadi proses pembelajaran mengenai kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kebersamaan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman mengikuti kegiatan kemah, tetapi juga dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai mahasiswa, bela negara dapat diwujudkan melalui sikap disiplin, bertanggung jawab, menjaga persatuan, menghargai perjuangan para pahlawan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ungkap I Putu Hendy Jayadi Putra.
Memasuki hari kedua, mahasiswa mengikuti kegiatan seminar yang membahas sejumlah tema yang relevan dengan kehidupan mahasiswa dan tantangan masa kini, yaitu Etika dan Moral Mahasiswa, Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Tantangan Global, serta Kepemimpinan, Manajemen, dan Organisasi. Materi-materi tersebut diberikan untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus membekali mereka dengan kemampuan dan karakter yang diperlukan dalam menghadapi perkembangan lingkungan sosial dan global.
Selain seminar, mahasiswa juga mengikuti kegiatan outbound yang bertujuan meningkatkan kerja sama, komunikasi, kekompakan, serta kemampuan kepemimpinan. Berbagai aktivitas dalam outbound menuntut mahasiswa untuk mampu menyelesaikan tantangan secara bersama-sama sehingga tercipta pengalaman yang dapat memperkuat solidaritas dan rasa saling percaya antarmahasiswa.
Pada hari ketiga, seluruh peserta mengikuti senam harmoni sebagai kegiatan penutup. Senam harmoni bertujuan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh sekaligus menjadi sarana untuk menciptakan suasana kebersamaan setelah mahasiswa mengikuti berbagai rangkaian kegiatan selama tiga hari.
Secara keseluruhan, kegiatan kemah Bela Negara di Bumi Perkemahan Margarana tidak hanya menjadi kegiatan pendukung mata kuliah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai karakter dan keterampilan. Pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan sejarah, seminar, outbound, seni, dan aktivitas kebersamaan diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang lebih disiplin, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, serta memiliki kesadaran terhadap pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa bela negara merupakan tanggung jawab bersama yang dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan positif sesuai dengan peran masing-masing. Dengan demikian, nilai-nilai bela negara tidak berhenti pada pemahaman di dalam kelas, tetapi dapat diimplementasikan dalam kehidupan akademik, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

