
Singaraja – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menjadi tuan rumah pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Tantangan Pendidikan dalam Eskalasi Konflik Timur Tengah 2026” yang diselenggarakan pada Rabu, 13 Mei 2026 di Auditorium Undiksha. Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan pemangku kebijakan pendidikan, pengawas sekolah, serta perwakilan Kementerian Agama dari berbagai kabupaten/kota di Bali untuk membahas dinamika pendidikan di tengah meningkatnya eskalasi konflik global.
FGD menghadirkan berbagai narasumber dari unsur pemerintah daerah dan instansi vertikal yang memberikan perspektif mengenai tantangan pendidikan, penguatan moderasi, hingga pentingnya menjaga stabilitas sosial di lingkungan pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, ST., M.Si menekankan pentingnya ketahanan pendidikan dalam menghadapi pengaruh konflik global terhadap kondisi sosial peserta didik dan masyarakat. Sementara itu, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M menyampaikan bahwa penguatan moderasi beragama dan pendidikan karakter menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya intoleransi, disinformasi, maupun polarisasi sosial di lingkungan pendidikan akibat pengaruh isu internasional yang berkembang di ruang digital.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai kepala dinas pendidikan dan kepala kantor kementerian agama dari kabupaten/kota di Bali, di antaranya Komang Pariartha, S.H., M.M, Drs. Anak Agung Gede Wiratama, M.Ag, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, A.P., M.Si, I Wayan Mawa, S.Pd., M.Pd, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., I Gusti Putu Anom Saputra, A.P., M.Si, serta Drs. I Ketut Sujana, M.Pd.H. Selain itu, hadir pula unsur pengawas sekolah dan perwakilan Kementerian Agama dari berbagai daerah, seperti Ngakan Putu Suarjana, S.Pd., M.Pd, Drs. I Ketut Gede Birawa Anuraga, M.Pd, dan Catur Suliana Fatmadewi, S.Ag., MMPd. Dari unsur Kementerian Agama, turut hadir Ida Bagus Dibya, S.E, Dr. Tia Sastrina, S.T., M.M, I Wayan Serinada, S.Pd., M.Si, I Gusti Ngurah Agung Wardhita, S.H., M.Sos, Ely Mansur, S.Pd., M.AB, I Gede Sumarawan, S.E., M.Pd.H, dan I Wayan Sumada, S.Ag., M.Fil.H.
Melalui kegiatan ini, peserta FGD diharapkan mampu membangun sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pendidikan akibat eskalasi konflik global, sekaligus memperkuat nilai toleransi, moderasi beragama, dan ketahanan sosial di lingkungan pendidikan. Forum ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga dunia pendidikan Bali tetap kondusif, inklusif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
